Catatan kecil dari Afrika Selatan

 Sepak Bola


Perhelatan akbar sepak bola sejagat baru saja selesai. Hampir selama sebulan lebih perhatian seluruh masyarakat dunia tertuju ke Afrika Selatan, negara di benua Hitam pertama yang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perayaan pesta sepak bola terbesar empar tahunan itu. Banyak kisah menyenangkan, memilukan, mengecewakan namun tak sedikit pula yang membuat kita tertawa, tersenyum melihat betapa indahnya sepak bola.
Tim-tim besar yang sempat dijagokan pada awal penyisihan grup seperti Italia yang nota benenya adalah juara bertahan harus angkat koper lebih dahulu setelah kekalahan menyakitkan dari Slovakia 3:2. Nasib malang pun menimpa runner up Piala Dunia 2006 Prancis yang harus kembali ke negerinya setelah tumbang di tangan tuan rumah Afrika Selatan dengan skor tipis 2:1. Selain itu konflik dalam kubu Leus Bleus menjadikan nasib timnya kian buruk setelah bomber Nikolas Anelka diusir pelatih Prancis Domenech karena dinilai mengeluarkan kata-kata kotor bagi sang pelatih.
Memasuki fase knock out, banyak tim mulai menyiapkan strategi jitu untuk bisa melanggeng ke fase berikutnya. Inggris yang difavoritkan juara harus pulang kembali ke London dengan kecewa setelah ditekuk der Panzer Jerman dengan skor telak 4:1. Sempat terjadi kontroversi dalam laga ini setelah gol Frank Lampard dianulir wasit Jorge Larrionda padahal dalam tayangan ulang bola telah melewati garis gawang namun aksi kiper Joerg Butt yang sengaja memungut bola telah mengelabui wasit. Setelah Inggris tersingkir dan pertandingan memasuki perempatan final, kini giliran juara 5 kali Brazil harus kembali ke negaranya setelah tumbang melalui raksasa Eropa Belanda dengan skor tipis 2:1. Sempat unggul di babak pertama lewat gol ssemata wayang Robinho pada menit ke-10 namun akhirnya Oranje membalikkan kedudukan melalui dua gol cantik gelandang Wesley Sneijder ke gawang Julio Cesar, rekan setimnya di klub Inter Milan. Kekecewaan mendalam juga dirasakan raksasa Amerika Latin lainnya yakni Argentina yang harus pulang lebih awal setelah ditekuk tim der Panzer dengan skor telak 4:0 tanpa balas. Ini tentu menjadi pukulan berat bagi Diego Maradona selaku pelatih timnas Argentina dan juga bagi Lionel Messi, pemain terbaik FIFA 2009 yang diprediksi bakal bersinar di Afrika Selatan namun Messi gagal menunjukkan performa terbaiknya seperti yang ia berikan pada Barcelona FC. Setelah laga tersebut Jerman seperti malaikat maut yang siap membantai tim manapun. Empat gol mereka ke Inggris dan Argentina menjadi bukti betapa Jerman begitu lihai dalam memainkan sepak bola atraktif dan mengandalkan counter attack yang mematikan. Kontroversi lain terjadi ketika striker Luis Suarez menggagalkan bola heading para pemain Ghana saat kemelut di depan gawang Uruguay yang berbuntu kartu merah padanya. Namun sial bagi Ghana. Hadiah penalti bagi mereka gagal dieksekusi Asamoah Gyan yang bertindak sebagai eksekutor. Alhasil Ghana kalah melalui drama adu penalti dengan skor 4:2.
Memasuki babak semifinal, Jerman yang bermain agresif pada pertandingan sebelumnya kini seperti mati kutu saat menghadapi tim Matador Spanyol yang bermain bagus. Laga diakhiri dengan skor tipis 1:0 lewat gol tunggal pemain belakang Charles Puyol. Gol tersebut mengantarkan Spanyol ke final untuk pertama kali dalam sejarah menghadapi Belanda yang pada laga sebelumnya memukul Argentina dengan skor 3:2.
Pada laga final yang diselenggarakan di Soccer City Stadion Johanesburg, Belanda dan Spanyol menjalani laga hidup mati guna menentukan siapa juara baru Piala Dunia 2010.Yang menarik dari partai final yakni jumlah kartu kunign yang dikeluarkan wasit Howard Webb sebanyak 13 kartu kuning plus 1 kartu merah bagi pemain Belanda, John Heitinga. Andreas Iniesta memecah kebuntuan melalui gol semata wayangnya pada menit 117 sekaligus mengantarkan La Furia roja sebagai juara baru Piala Dunia 2010 dan menempatkan dia sebagai man of the match pada laga pamungkas tersebut. Iniesta menjadi pahlawan bagi kemenangan Spanyol dan mengantarkan tim Matador mencatat sejarah indah sebagai juara Piala Dunia untuk pertama kalinya. Belanda yang kecewa harus puas di posisi kedua diikuti Jerman di posisi ketiga setelah mengalahkan Uruguay dengan skor 3:2.

Sepak bola dan magic

Satu hal yang menarik dari perhelatan akbar Piala Dunia kali ini yakni kehadiran seekor gurita peramal bernama Paul yang selalu memprediksi setiap pertandingan Jermanis dan semua prediksinya nyaris sempurna alias tepat sasar. Permasalahan muncul ketika Jerman kalah dari Spanyol dari dengan skor 1:0 pada laga semifinal, sontak Paul si gurita menjadi musuh besar warga Jerman setelah prediksinya tepat karena ia memilih kotak makanan berbendera Spanyol. Banyak usul dari pendukugn Jerman yang memenuhi situs-situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang menghendaki Paul digoreng, dibakar atau dibuang ke dalam kolam hiu.Wkwkwkwkwk…lucu juga. Ramalan Paul si gurita tidak sampai di situ. Pada partai final Paul meramalkan Spanyol bakal keluar sebagai sang juara. Kenyataan pun berbicara demikian, Spanyol tampil sebagai juara baru lewat gol tunggal Andreas Iniesta pada menit 117 perpanjangan waktu. Kini Paul si gurita pun telah menjadi musuh pendukugn Belanda.
Hehehehe….hati-hati Paul.
wkwkwkwkw…....😀

images : google.com/images

Jogja, 12 Juli 2010
Persembahan terindah untuk Piala Dunia 2010

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Related Posts

Leave a Reply