Mungkin Nanti…

 Puisi, Puisi Cinta

Entah mengapa, aku selalu ingat hari itu
Pagi yang mempertemukan kita di kapela tua ini, tanpa sengaja
Salam hangat tanganmu yang buka obrolan kita seadanya, begitu kaku
Lalu semua berlalu dengan cepat, hanya namamu yang bekaskan kerinduan
Tercatat abadi dalam langit anganku, mungkin nanti
Sekali lagi kita bersua di sini, tanpa sengaja
Dalam bayangan senja yang terusik gemercik gerimis
Kau berbisik pelan, menertawakan dirimu yang lupa membawa payung
Sedang aku tersenyum kecil melihat tingkahmu yang manja
Lalu senja itu pun berlalu seperti cerita hari-hari kemarin
Di ujung jalan itu hanya lambai tanganmu yang jadi kenangan
Tersamar bersama malam yang menjemput senja
Dan hari itu tak juga kembali, mungkin nanti
Esok yang mempertemukan kita, tanpa sengaja.

Jogja, 26 Februari 2011

Related Posts

Leave a Reply