Perjalanan : Itu Kita Kawan,…!!!

 Kisah, Timor

Pikirku semua akan tetap ada pada tempatnya, dimana semuanya kita mulai bersama akan pula diakhiri bersama tapi aku salah menebak, jelas karena hidup bukan sebuah tebakan. Kemarin beberapa orang pergi dan kini tinggal beberapa yang masih saling menyapa sekedar mengenal dengan gaya sapa yang lain, mungkin benar bahwa semakin renggang hubungan kedekatan semakin renggang pula ikatan emosianal manusia. Ini bukan sebuah justifikasi tentang perubahan kedekatan dari sebuah jalan pertemanan manusia musiman kuliah atau waktu apapun, tapi ini soal harga yang harus kau bayar ketika semua berlangsung dalam perjalanan waktu yang dapat merubah siapapun dan sulit kau tebak. Sangat tidak rasional engkau mengharapkan seseorang akan tetap menjadi karibmu ketika ada jalan lain yang sudah dipilihnya dan kamu tidak sedang menuju jalan yang sama. Ini soal tujuan hidup yang sampai saat ini belum kumengerti arahnya dan itu masih sebuah tebakan menurutku.

Sudah 1001 hari lewat, bulan berganti nama, tahun berubah angka menandakan dunia semakin renta , entah apa yang telah kucapai dan berapa banyak orang yang telah aku kenal, bagiku itu tidak penting tetapi bagaimana aku menggoreskan sebuah kenangan pada ingatan mereka, apapun itu. Saling mengenal, berteman lalu bercanda riang melewati massa yang tidak kau sadari kemana dia akan membawamu. Serangkaian malam terlewatkan dengan banyak cerita, obrolan pedas sampai makian keluar ketika kita mempertanyakan banyak hal yang timpang dimana-mana. Siang besoknya kita bersua lalu berbincang ringan dengan riang tentang semua gadis yang lewat di setiap lorong dimana kita lewat, tentang mata elang lelaki yang menusuk hati kawan perempuanku, tentang cita-cita masa depan yang masih jadi buaian angan. Kita terus berjalan meninggalkan masa lalu, masih ada jejak kita terukir di belakang….kadang kita saling mengiris hati, luka menganga, meneteskan airmata,…besoknya tertawa terbahak, entah apa yang menggelitik atau hanya sekedar mencoba membunuh gelisah, takut akan masa depan yang masih buram atau mengelabui isi dompet yang tinggal bayangan,…itu kita kawan….kita merangkai dunia nyata.

Akankah semua cerita tentang kita masih patut dikenang dan semua kenangan tentang kita masih pantas diceritakan….???

Ditulis oleh :
Zen0biuZ & D’blues “

Salinan aslinya ada di Perjalanan: Itu Kita Kawan

Related Posts

One Response

  1. Hanessa KamalJul 11, 2011 at 1:53 pmReply

    Hidup itu dinamis dan tidak mungkin orang yang menjalaninya bersikap statis, bukan?

    ada jejak yang tertinggal di belakang, dan masih entah berapa mil akan terlewati di depan… Sekali waktu kita perlu 'mengunjungi' diri kita dengan masalalu kita untuk menentukan arah ke depan…

    No past that unhurt, no present that's going smooth but there's a chance for a better future… 🙂

Leave a Reply