Arti Sebuah Pilihan

 Bijak
    Jam kuliah hampir habis. Seorang dosen tua berdiri di depan kelas sambil memperlihatkan sebuah gambar yang menjadi bagian terakhir dari slide Ms Power Point presentasi bahan kuliahnya. Tampak pada gambar tersebut dua oran wanita yang berbeda gaya berpakain. Wanita di sebelah kanan berpakaian yang sedikit terbuka, sedangkan wanita di sebelahnya mengenakan pakaian yang menutup auratnya.
Arti sebuah pilihan
   “Gambar ini diluar bahan mata kuliah kita hari ini” buka sang dosen menjelaskan. “Saya punya satu pertanyaan khusus bagi para pria di kelas ini. Jika Anda diberikan kesempatan untuk memilih salah satu dari dua wanita pada gambar tersebut, siapa yang akan Anda pilih?” tanya sang dosen kemudian.
    Sekelas menjadi sedikit ramai karena masing-masing mahasiswa saling memandang dan tersenyum. 
    “Ada yang mau memberikan pilihan?” ujar sang dosen.
    “Saya akan memilih wanita berjilbab itu pak” jawab Andro, mahasiswa yang berada di tengah.
    “Bagus. Alasannya?” tanya dosen lagi.
    “Dia tampak lebihbaik ketimbang wanita dengan pakaian seksi di sebelahnya.” jawab Andro. 
  Suasana kelas kembali gaduh. Kini banyak mahasiswa yang mengangkat tangan mencoba menjawab pertanyaan dosen.
     “Oke, satu per satu. Mulai dari depan” ucap dosen pelan.
    “Wanita kedua yang berjilbab” jawab Mario yang berada di deretan kanan depan. “Wanita kedua” begitu jawaban seterusnya dari para mahasiswa dengan alasan yang sama pula. Kemudian tiba giliran Samuel.
    “Saya memilih wanita pertama” ujar Samuel santai.
Seluruh kelas bergemuruh, menertawakan Samuel. Sang dosen tersenyum, mengangkat tangan memberi aba agar kelas kembali hening.
     “Alasan apa yang membuatmu memilih wanita pertama?” tanya dosen kemudian.
     “Saya pikir, saya ingin mencintainya dan membuatnya kembali ke jalan yang benar untuk menjaga kehormatan dan keanggunannya sebagai seorang wanita dengan menjaga apa yang seharusnya tak terlihat. Saya tidak ingin melihat dari luar saja. Saya pikir, ini tantangan bagi saya untuk bisa melakukan apa yang benar bagi si wanita tersebut” jawab Samuel pasti.
    Seluruh kelas sedikit hening, namun tiba-tiba kembali riuh oleh tepukan tangan para mahasiswa.
    “Saya suka jawaban ini. Lebih jujur dan tentu sangat bijak. Semoga semakin banyak dari kita yang peduli untuk peduli terhadap orang lain, peduli terhadap apa yang terlihat salah di mata kita, sesuatu yang sudah keluar dari norma. Itu adalah ciri manusia sejati, saling menolong. Ini adalah gambaran dari sebuah proses panjang dan perjuangan. Bila Anda memilih wanita berjilbab ini, tentu tak banyak hal yang perlu Anda lakukan untuk membuatnya menjadi baik tetapi akan lebih sulit dan menjadi sebuah proses bila Anda memilih sesuatu yang belum jadi dan menjadikannuya sesuatu yang jadi. Itulah arti sebuah pilihan” ucap sang dosen sambil menutup kuliah hari itu.
Pesan Moral : 
Terkadang kita perlu mengambil resiko atas sebuah pilihan, hidup dalam proses membangun melawan resiko yang ada dan menjadi pemenang atas apa yang bisa kita ubah mejadi lebih baik. Selamat memilih !!!
  
                                                              * * * * * * * *

Related Posts

Leave a Reply