Tugu Biinmafo; Apa Kabarmu Kini?

 Photos, Timor
Kefamenanu
Tugu Biinmafo palang pintu kota Kefamenanu
    Bila teman-teman berkunjung ke Kefamenanu, sebuah kota kecil di tengah pulau Timor sekaligus ibukota kabupaten Timor Tengah Utara ini berjarak sekitar 197 km dari Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka hal pertama yang akan kalian jumpai ketika memasuki kota Kefamenanu adalah sebuah tugu selamat datang dengan tiga orang yang berdiri saling membelakangi.

   Tugu selamat datang yang oleh masyarakat TTU (Timor Tengah Utara) disebut Tugu Biinmafo (Biboki, Insana, Miomaffo) ini, terletak di Km 9 jurusan Kupang, tepatnya di depan kantor daerah (kantor DPRD TTU, pen). Tingginya kira-kira 6 – 7 meter (perkiraan saja…hehehehe) dan berdiameter sekitar 20 m (termasuk bundarannya…hehehe…sekedar tebak saja. Maaf ya. Hehehehe…Maklum kemarin di sana tidak sempat mengukur tinggi dan lebarnya)

Tugu Biinmafo Kefamenanu
Tugu Biinmafo tampak dari samping
       Patung tersebut mewakili tiga raja yang mendiami wilayah TTU pada tempo dulu. Menurut penuturan seorang warga yang kebetulan sedang berada di tempat tersebut, patung yang menghadap ke arah selatan (ke arah Kupang) dengan berdiri tegak memegang kelewang (senjata tradisional masyarakat Dawan) mewakili tokoh raja Miomaffo, kebanggaan masyarakat Miomaffo. Sedangkan yang menghadap ke Timur sembari memegang tombak mewakili raja Insana yang gagah berani dan menjadi kebanggaan masyarakat Insana. Sedangkan tokoh yang menghadap ke arah utara dengan sikap seperti sedang memberikan petunjuk mewakili tokoh atau raja di Biboki yang terkenal arif dan menjadi kebanggaan masyarakat Biboki.
    Ketiga tokoh tersebut sengaja dipilih sebagai tokoh sentral sehingga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi, semangat kejuangan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat TTU. Kini keberadaan patung tersebut sangat memprihatinkan karena beberapa bagiannya sudah rusak. Hal ini diperparah lagi dengan ulah segelintir orang yang merusak keindahan tersebut dengan aksi mencoret-coret tugu tersebut. Sungguh sebuah aksi yang tidak terpuji.
Kota Kefamenanu
Sunset dari Tugu Biinmafo
    Penulis hanya berharap semoga ke depannya lagi pemerintah bisa memperhatikan juga keberadaan tugu ini. Walaupun bukanlah hal yang tergolong sangat penting saat ini, tapi keberadaan patung/tugu ini bisa menjadi semacam pembangkit kegairahan masyarakat TTU. Selain itu, masyarakat juga perlu disadarkan untuk pentingnya mencintai barang-barang publik seperti Tugu Biinmafo itu sendiri. Semoga ke depannya hal tersebut tidak terulang lagi. Salam 🙂
                                                                   * * * * * * * *
Jogja, 01 Oktober 2011
Untuk TTU yang lebih baik lagi…

*Pernah dimuat di blog Rumah Hijau yang lama tetapi artikel sudah dihapus dan dipindahkan ke blog ini.

Related Posts

Leave a Reply