Sampahmu hartaku….      Slogan kecil di atas saya baca ketika sedang melintas melewati kota Surakarta, dalam sebuah Sampahmu hartaku. ditulis dalam bentuk

Revolusi Indonesia    Apa kabar revolusi? Kudengar agung namamu dari balik tembok-tembok kaku pendidikan. Kata mereka, diusiamu yang belia (saja), tanah ini

     Bertahun-tahun yang lalu di sebuah desa terpencil di China, hiduplah seorang petani dan putranya. Petani tersebut tidak memiliki apa-apa selain sebidang

    Jam kuliah hampir habis. Seorang dosen tua berdiri di depan kelas sambil memperlihatkan sebuah gambar yang menjadi bagian terakhir dari slide