Hari Natal : Harapan dan Kedamaian

Situs Judi Online Terpercaya

       Sebagaimana penganut agama lain yang juga memiliki hari-hari besar keagamaan untuk dirayakan, dalam kepercayaan agama Katolik dan Kristen Protestan pun terdapat dua perayaan besar yang biasa dirayakan setiap tahunnya yakni perayaan Paskah untuk mengenang sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus di kayu salib serta Hari Natal untuk merayakan sorak-sorai sukacita lahirnya Kristus Sang Penebus ke dunia. Berhubung postingan ini dibuat dalam suasana menjelang hari Natal, so topiknya tentang Natal saja (hehehehe…). Tentu setiap orang Kristiani memiliki cara-cara tersendiri yang unik dan menarik dalam menyambut dan merayakan sukacita Natal. Ada yang sibuk menyiapkan pohon dan menghias kandang Natal, berkumpul bersama keluarga, membuat kue Natal dan juga menyiapkan kado Natal untuk orang-orang yang dicintainya. Selain itu pula lagu-lagu Natal mulai banyak didengar dan diputar entah itu di rumah atau bahkan didengar lewat radio karena biasanya lagu-lagu tersebut tidak pernah diputar sebelum jelang suasana Natal.
        

Damai Natal

Bagi orang-orang Kristiani, Natal tidak hanya menjadi hari sukacita dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus Sang Juruselamat. Natal telah menjadi bagian penting dari tiap pribadi yang beriman pada Kristus yang tersalib, untuk kembali merefleksikan setahun perjalanan hidupnya, entah baik dan buruk, suka dan duka serta semua yang membuatnya tertawa dan menangis.  Bayi Yesus yang lahir di palung kehinaan telah rela menanggalkan mahkota surgawi untuk terlahir sebagai yang miskin dan papah sehingga Dia menjadi senasib dan sepenanggungan dengan mereka yang hina-dina. Pesan kabar gembira sudah jauh-jauh hari dinubuatkan para nabi tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Kabar sukacita ini pulalah yang mengantarkan tiga raja dari Timur pergi ke Nazaret kota Daud untuk menghormati raja damai yang akan lahir. Bersama para gembala Nazaret yang juga mendapatkan kabar sukacita dari para malaikat, mereka berangkat menyongsong kelahiran Tuhan Yesus Sang Penebus Dosa. Biasanya dalam Gereja Katolik, sebulan menjelang Natal, umat dibimbing dalam suasana Adven untuk banyak merenung dan berefleksi pada kehidupan serta menyiapkan diri sebaik mungkin menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Ini dimaksudkan agar umat benar-benar siap ketika hari Natal telah tiba.
     Natal tahun ini harus menjadi refleksi panjang bagi kita menuju hidup yang baru. Hari Natal juga menjadi bukti betapa besar cinta Allah untuk kita manusia hingga Ia rela mengutus Putra-Nya Tuhan Yesus Kristus untuk hidup bersama manusia berdosa dan wafat sebagai domba bagi silih dosa semua umat manusia. Jadi, tanggalkan jubah yang lama dan kenakanlah jubah yang baru dalam manusia yang baru. Semoga Natal Tahun ini dapat memberikan begitu banyak berkah yang berlimpah bagi kehidupan kita, baik kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. Semoga damai di hari Natal 2009 membawa semangat baru di tahun 2011 nantinya. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

                                                              * * *
Jogja, 13 Desember 2010
Untuk Natal dan kedamaian dunia…

Situs Judi Online Terpercaya

Reply