Sosialisme Venezuela

Situs Judi Online Terpercaya

Sosialisme, sebuah ideologi

Untuk memahami ideologi sosialisme, alangkah lebih baiknya dipahami dulu pengertian ideologi dan sosialisme. Ideologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni idea (gagasan, ide) dan logos (studi atau ilmu pengetahuan tentang). Idelogi diartikan sebagai sistem gagasan yang mempelajari berbagai keyakinan dan hal-hal ideal filosofis, ekonomis, politis dan sosial. Istilah “ideologi” dipergunakan oleh Marx dan Engels mengacu kepada seperangkat keyakinan yang disajikan sebagai obyek. Obyek tersebut tidak lain adalah pencerminan kondisi-kondisi material masyarakat.

             Sosialisme sebagai sebuah ideologi, telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu. Sosialisme sendiri berasal dari bahasa Latin yakni socius (teman). Jadi sosialisme secara sederhana dipahami sebagai pengaturan atas dasar prinsip pengendalian modal, produksi dan kekayaan oleh kelompok.

              Istilah sosialisme ini pertama kali dipakai di Prancis pada tahun 1831 dalam sebuah artikel tanpa judul oleh Alexander Vinet, di mana kala itu istilah sosialisme digunakan untuk membedakan dengan indvidualisme, terutama oleh pengikut-pengikut Saint-Simon, bapak pendiri sosialisme Prancis. Saint-Simon-lah yang menganjurkan pembaruan pemerintahan yang bermaksud mengembalikan harmoni pada masyarakat. Sosialisme ilmiah kemudian dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels (abad 19) yang membuat tesis dalam membedakan sosialisme dan komunisme. Marx dan Engels berpendapat bahwa sosialisme adalah tahap yang harus dilalui masyarakat untuk mencapai komunisme dan masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir sejarah. Pemikiran ini kemudian memiliki banyak cabang seperti Marxisme, Leninisme, Maoisme, Marhaeniesme, Anarkisme, Stalinisme dll.

Sosialisme Demokratis Venezuela
Sosialisme Venezuela, sebuah revolusi
Ideologi sosialisme mulai berkembang di Venezuela kala Presien Hugo Chavez memimpin negeri yang beribukota di Caracas ini pada tahun 1998 pasca memenangkan pemilihan umum dengan 56% suara. Chavez sendiri masih memimpin Venezuela hingga kini (2011) dan menjadi presiden Venezuela ke-53. Hugo Chavez sendiri adalah sosok yang sangat mengidolakan Simón Bolívar, juga banyak dipengaruhi oleh Juan Velasco Alvarado, presiden Peru, dan berbagai macam pemimpin komunis dan sosialis, termasuk Fidel Castro dan juga sangat mencintai sosialisme itu sendiri. 
Hal itu pula yang menggerakkan Chavez sangat vokal menentang pemerintah dan membentuk Gerakan Republik Kelima (Movement of the Fifth Republic), sebuah organisasi kiri yang mempromosikan bentuk sendiri sosialisme demokratis, yang ia sebut “Sosialisme Abad 21”. Sebelumnya Hugo Chavez pernah memimpin 5000 tentara untuk melakukan kudeta berdarah pada 4 Februari 1992 atas Presiden Carlos Andres Perez  walau kemudian kudeta itu gagal dan Chavez sendiri dipenjarakan. Gerakan Republik Kelima (Movement of the Fifth Republic) ini dibentuk pada September 1992 setelah kudeta kedua Chavez pada Presiden Carlos Andres Perez juga berujung kegagalan dan pemenjaraan atas dirinya. Gerakan ini adalah bentuk transisi Chavez dari militer menjadi politikus. Sebagai pimpinan Revolusi Bolívar (diambil dari nama Simon Bolívar, Bapak Kemerdekaan Amerika Latin yang juga tokoh idolanya), Chávez mempromotori visi demokrasi sosialis, integrasi Amerika Latin, dan anti-imperialisme. Revolusi Bolívar  merupakan implementasi dari platform Bolivarianisme semasa kampanye-nya yang pada intinya anti-imperialisme, kedaulatan Venezuela, sebuah demokrasi kerakyatan yang melibatkan partisipasi massa dalam pemerintahan, membangun ekonomi swasembada dan nasionalisme yang kuat, distribusi minyak secara merata ke seluruh warga dan memerangi kleptokrasi korup yang telah mendominasi Venezuela.

Sosialisme Demokrasi Venezuela dan Implementasinya
Pada awal kepemimpinannya, Chaves berani melakukan banyak kebijakan yang revolusioner. Dia berani merombak Undang-Undang Dasar negara yang menjadikan Negara bekas jajahan Spanyol itu sebagai negara sosialis demokratis. Selain itu ia juga melaksanakan program nasionalisasi migas di negara tersebut dan hasilnya didistribusikan kepada rakyat melalui program subsidi kesehatan, pendidikan dan harga minyak serta bensin murah untuk rakyatnya. Ini adalah bentuk perombakan total dari ekonomi kapitalis menjadi ekonomi sosialis. Dengan adanya nasionalisasi atas banyak perusahaan asing, pemerintah mampu mengontrol jalannya perusahaan sehingga keuntungan maksimal dapat dimiliki negara. Chavez yang memimpin koalisi Patriotic Pole berhaluan kiri secara jelas menegaskan, mengikuti jejak tokoh legendaris Argentina (Jenderal Juan Peron) yang dipandang sangat peduli pada kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan persamaan hak.
Kebijakan penting lainnya yang diambil yakni membangun budaya dan kekuatan tentara rakyat dalam guna menggalang kekuatan militer yang kokoh dan siap bertempur bila ada ancaman dari pihak pro kapitalis yang sewaktu-waktu dapat menggulingkan kekuasaannya dalam pemerintahan. Langkah pemerintah Venezuela untuk tidak memperpanjang izin RCTV menjadi gambaran keseriusan pemerintahan Chavez dalam memblokade pengaruh kapitalis melalui media massa. Chavez sendiri sering menyerukan agar rakyatnya berani menentukan nasib Venezuela ke depan; apakah melanjutkan dan memperdalam revolusi Bolivarian yang sudah memberi banyak manfaat kepada rakyat ataukah mengubah Venezuela saat ini menjadi koloninya orang asing yang sering bebas mengeksploitasi kekayaan alam negara lain.
Jalan panjang sosialisme demokratis ini juga menuntun kepemimpinan Chavez yang anti kapitalis itu tidak bekerja sama dengan negara-negara kapitalis semisal Amerika Serikat dan sekutunya. Sebagai solusi, Venezuela menjalin kerja sama dengan Negara-negara sekutunya, seperti Iran, Cina, dan Belarusia serta aktif berdiskusi dengan pemimpin Kuba Fidel Castro guna menciptakan sebuah sistem keuangan sendiri. Kini, pertumbuhan ekonomi Venezuela cenderung stabil dengan memiliki cadangan devisa 40 milyar dollar untuk negara sekelas Venezuela.


Kepemimpinan sosialisme demokratis ala Presiden Hugo Chavez yang juga anti Amerika Serikat ini bukan berarti tanpa masalah. Lantaran beraliran sosialis demokratis yang anti imperialisme dan kapitalisme, maka Presiden Chavez telah banyak dikritik. Pernah coba dikudeta pada tahun 2002, Chavez mampu dilengserkan kurang lebih beberapa jam, oleh presiden Venezuela Federasi Kamar Dagang, Pedro Carmona yang menjadi presiden selama kudeta militer. Tak butuh waktu lama, pendukung Chavez mampu menggulingkan kudeta militer, dan Chavez kembali berkuasa. Apapun itu, Hugo Chavez tetaplah sosok kontroversial dari awal abad 21, yang membawa perubahan pada Venezuela.
Situs Judi Online Terpercaya

Reply